-->

Ternyata Sukses Memerlukan Niat Baik

Ketika saya awalnya mendapat wangsit untuk entri blog ini, saya berpikir dalam faktor kesuksesan dalam bisnis, sebagai akibat dari tiga pengalaman loyo yg baru-baru ini saya miliki dengan layanan pelanggan di tiga urusan ekonomi yg berbeda. Kemudian, ketika saya duduk untuk menulis mengenai faktor itu, saya segera menyadari bahwa niat baik sangat penting untuk semua bidang kehidupan.

Goodwill seperti dengan integritas dalam faktor yg memperlukan waktu untuk berkembang melainkan bisa hilang dalam sekejap. Seperti yg dikatakan sepupu saya, "Niat Baik merupakan produk sampingan dari melakukan faktor yg benar." Kamus Webster mendefinisikan niat baik sebagai "perasaan persetujuan serta dukungan yg ramah: ketertarikan alias perhatian yg baik."

Definisi ini memperjelas bahwa apakah itu dengan rekan bisnis, rekan setim, pelatih, alias bos Anda, alias dalam relasi antarpribadi Anda, tanpa niat baik susah untuk melampaui tingkat permukaan dengan salah satu dari mereka.

Dalam dunia ultrakompetitif ketika ini, segala sesuatu yg memberi Kalian peluang untuk bersaing membikin kesuksesan Kalian lebih mungkin. Seperti yg dikatakan pengusaha sukses, Marshall Field, "Niat baik merupakan satu-satunya aset yg tak bisa dipasarkan alias dihancurkan oleh pesaing."

Masing-masing dari tiga perusahaan kawasan saya mengalami layanan pelanggan yg kurang baik menyebarkan beberapa tingkat niat baik - tak sedikit negatif - dari saya. Salah satu yg memperoleh itikad baik akhirnya memperkenalkan saya solusi yg bisa diterima serta saya tetap melakukan urusan ekonomi dengan mereka (meskipun kini lebih berhati-hati).

Salah satu dari dua lainnya memperkenalkan saran yg tak berharga, meningkatkan frustrasi awal saya. Yang terbaru mempunyai website web yg gagal berulang kali untuk mengirim keluhan saya serta tak responsif kepada yg sudah melewati. Tak butuh dikatakan, akan butuh tak sedikit niat baik untuk menanggulangi kelambatan ini serta saya memutuskan untuk menutup kedua akun itu.

Salah satu tutorial tercepat untuk memperoleh itikad baik merupakan dengan melampaui harapan. Berikut merupakan contoh baru-baru ini dari urusan ekonomi yg menghasilkan niat baik dalam jumlah besar dari saya. Saya memesan suplemen serta beberapa minggu seusai mendapatkan pesanan saya, saya mendapatkan paket lain dari mereka dengan sebotol baru dari apa yg saya pesan sebelumnya serta catatan berikut terlampir:

"Saya ingin meluangkan waktu untuk mengucapkan terima kasih atas pembelian Kalian baru-baru ini. Sebagai bentuk penghargaan kami, kami mengirimi Kalian botol Kalian berikutnya dengan cara gratis. Kalian tak akan dikenakan anggaran untuk botol ini serta tak mendaftar ke acara pengiriman otomatis dalam bentuk apa pun. Kami hanya ingin mengucapkan salam pendek serta terima kasih "

-Greg, Pendiri Nutrisi Otak Weyland


Mereka tak hanya mengirimi saya botol berikutnya dengan cara gratis, mereka juga menyertakan sebotol produk lain untuk saya coba. Sejak itu saya merekomendasikan mereka ke beberapa klien saya serta kini menjadi pelanggan setia.

Fenomena yg sama terjadi dalam relasi interpersonal kita. Ketika Kalian bekerja ekstra untuk rekan kerja, bos, teman, kekasih, pelatih alias rekan setim, Kalian menghasilkan niat baik serta memperkuat ikatan Kalian dengan mereka. Ini pada gilirannya akan mengarah pada kepercayaan serta loyalitas yg lebih besar, jadi membuka pintu menuju kemungkinan yg lebih besar untuk relasi tersebut.

Kebanakan orang-orang ingin menonjol dari kerumunan serta frustrasi ketika mereka tidak. Saya ingin memberi tahu klien saya bahwa apabila Kalian tak suka terjebak dalam keramaian, perbuat yg terbaik; tak sempat ramai di sana. Ini merupakan resep sederhana untuk berhasil yg tak jarang diabaikan oleh massa serta juga akan mengangkat tak sedikit niat baik dari orang-orang lain

0 Response to "Ternyata Sukses Memerlukan Niat Baik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel